Lombok + Trawangan, 18-21 Mei 2012

Cuma 1 kata dr petualangan kali ini: SPEKTAKULER!

Bulan Januari (eh, januari ya? Lupa gw :p )ada early bird promo garuda, yg mana ke lombok cm 1juta pp. Ya udh, gak pake mikir lagi, Mei kita ke lombok! Dr sebulan lalu udh browsing2 tempat, akses dan akomodasi, booking hotel lewat agoda, dll. Excited! Liburan yg pasti menyenangkan :)

Pergi sm mas pacar @chrisnantyo yg mana kita berdua sm2 blm pernah kesana. Oia, ini juga trip pertama gw pake garuda yg mana gw katrok bgt krn di garuda dapet makan minum gratis (dan enak pula, bahkan flight ke lomboknya dpt es krim i.o buah!!) Yes I know, I am that katrok :p

Nyampe bandara internasional Lombok Praya (LOP), gw dikejutkan krn tas gw gak keluar di baggage claim! Tas gw gak ada!! Panik, gw lapor ke bagian lost and found-nya garuda. Gile aje, apa kabar liburan gw kalo tas gw ilang??? Baju, alat mandi, casan, bahkan kunci kosan ada disitu!! Kata bapaknya, dia bakal usaha nyari kalo2 msh ketinggalan di jakarta, dan kl ada bkl disusulin ke lombok pake penerbangan paling malem n langsung dianterin ke hotel. Ya udh, dgn pasrah gw nunggu kabar dr airport. Bermodal tas kecil gw yg isinya cm dompet, hp, sm kain bali, gw meneruskan perjalanan. THE HOLIDAY MUST GO ON!!!

Keluar bandara kita naik damri, yg mana kira2 40km-an nyampe senggigi. Ini bandaranya jauuuh bgt krn baru, gantiin bandara lama yg letaknya tengah kota mataram yg gak aksesibel lagi utk penerbangan sibuk.

Nyampe hotel di senggigi, kita dikagetin sm hotel yg asik bgt. Bayangin: rate-nya cm 300rb, tp dapet AirCon, tv satelit, air panas, kolam renang, sarapan, dan yg paling keren: pantai senggiginya ada di belakang hotel persis!! Jadi sore2 kita jalan nyusurin pantai yg biruuuu bgt, cari spot sunset, dan liat semburat oranye matahari ilang di balik gunung agung Bali :’)

Hari kedua perjalanan lanjut ke Gili Trawangan. Kita yg msh bingung mau naik apa ke pelabuhan Bangsal tiba2 disamperin bapak2 yg nawarin carteran mobil nyampe bangsal dgn 80rb aja. Ya kita setuju lah, org sblmnya ada yg nawarin 100rb, bahkan kl naik shuttle 75rb per org!
Ya udh, mobilnya kita bw ke mataram cari oleh2 dulu, br ke Bangsal. Udh gt bapaknya baik bgt nganterin smp pinggir pantainya. Naik public boat ke trawangan (10rb saja) for half an hour, kita disambut oleh pantai yg jernih dgn pasir putih yg halus. Oooohhhh SURGA DUNIA!!

Krn kita udh ngiler sm pantainya, makanya gw gak pake mikir lgsg beli bikini baru, dan langsung renang!! Kita snorkeling dikit doang udh bs liat karang dgn ikan2 warna warni renang di bawah kita! Putih, kuning, item, biru, merah, dan gw yakin gw liat ikan badut!! Ituloooh, ikan nemo :)
Abis itu krn penasaran, kita sewa sepeda terus sepedaan ngiterin pulau. 8km boooookkk!! Dan sekeliling pulau itu ya, baguuuuus bgt. Yg lo liat cm ijo (pohon), biru (laut dan langit) sm putih (pasir dan awan) dan tentu saja cafe2 pinggir pantai hehehehe.

Oia, pas bgt nih momen kita di trawangan barengan sm final UEFA Champions League, Muenchen vs Chelsea. Di trawangan banyak bgt cafe yg nyediain ntn bareng, dan ada 1 event nobar gede2an dgn sponsor bir. Seru nih!
Jadi kita bela2in keluar subuh, (dan agak telat juga, tp untung msh 0-0) demi utk ngerasain ntn final champion di pinggir pantai sm bule2! Haha. Eh pas acaranya beres, nengok belakang taunya pas barengan sm sunrise. Indahnyaaaa :)

Mostly kita cm melakukan 1 hal: NOTHING. Cm leyeh2 di pinggir pantai dengerin ipod. Sepedaan, hunting foto, snorkeling, dan MAKAN!!

Disini ada 1 restoran italia, namanya Trattoria. Kita ke sana malem terakhir, dan smp mau muntah!! Harganya mirip2 sm resto2 Jakarta lah, dgn rasa yg SUPER bgt!!! Enak luar biasa. Udh gt banyak bgt lagi. Pasta gw sisa 1/4, pizzanya cis sisa 1/4, potato apalah itu sisa 1/2. Saking gak kuatnya kita makan lagi.

Daaaaan, akhirnya petualangannya berakhir hr ini. Bangun pagi, mandi dgn kedinginan, pergi barengan sm tour-nya bule2 yg mau ke pulau komodo, dan akhirnya nebeng mereka smp mall mataran dan (kembali) makan KFC. Hahaha. Terus ke bandara, dan akhirnya bertemu lagi dgn tas tercinta :’) :’)

Tuhan itu maha… Segalanya deh! Dia nyiptain bumi yg bener2 indah, nuntun gw kesini smp akhirnya bs balik jakarta selamet, gw juga percaya Tuhan punya rencana indah dibalik ilangnya tas gw kemaren: biar gw gak berat2 n rempong bawa tas, dan gak ush susah2 bongkarin baju kotor sesampainya di jakarta! Hahaha.
Oia, dan krn gw cm beli 1 jumpsuit dan 1 kaos yg cm gw pake bobo, jd semua fotonya pake baju itu lagiii, itu lagi.

And the last, but not least, terima kasih Tuhan, terima kasih pacar, for such wonderful holiday.
Pertemukan kami kembali dgn lombok dan gilis, Tuhan….

-devi, ngantuk dan kecapean siap bobo di kosannya, 21 Mei 2012, 11:26pm-

Sunset at Senggigi Beach. Mataharinya ilang ditelen Gunung Batur Bali :)

Sunset at Senggigi Beach. Mataharinya ilang ditelen Gunung Batur Bali :)

Sogokan kakak @ullyhandini krn nyuruh eike makan duren. Hihihihi. Apology accepted :)) (Taken with instagram)

Sogokan kakak @ullyhandini krn nyuruh eike makan duren. Hihihihi. Apology accepted :)) (Taken with instagram)

What has just came. 2 more years? FTW…. (Taken with instagram)

What has just came. 2 more years? FTW…. (Taken with instagram)

Kartinian TSC Jakarta :) (Taken with instagram)

Kartinian TSC Jakarta :) (Taken with instagram)

Patriot CBB @ MTU 2012 (Taken with instagram)

Patriot CBB @ MTU 2012 (Taken with instagram)

YESUS YANG DISALIB (Ditulis Pada Hari Jumat Agung) Oleh: Gibran Khalil Gibran

Hari ini, dan pada hari yang sama seperti ini setiap tahun,
orang-orang terbangun dari tidur lelap mereka dan berdiri di hadapan gambaran mengerikan sepanjang zaman,
memandang dengan mata berlinang air mata ke arah Bukit Kalvari untuk menyaksikan Yesus orang Nazaret dipaku di kayu salib. Namun ketika hari berakhir dan malam tiba, orang-orang kembali pulang dan berlutut,
berdoa di depan para berhala yang didirikan di tiap puncak bukit, tiap padang rumput, dan tiap tumpukan gandum.


Hari ini, jiwa-jiwa orang Kristen mengendarai sayap-sayap kenangan dan terbang ke Yerusalem.
Di sana mereka akan berdiri dalam kerumunan, memukuli dada mereka dan memandang kepada Dia, yang dimahkotai anyaman duri,
yang merentangkan tangan-Nya menghadap langit dan memandang dari belakang tirai Maut ke arah kedalaman Hidup.
Namun saat tabir malam turun menyelimuti panggung hari dan drama singkat itu berakhir,
orang-orang Kristen akan pulang dalam kelompok-kelompok dan berbaring kembali dalam bayangan
ketidaksadaran di antara serpihan-serpihan keacuhan dan kemalasan.


Pada hari yang satu ini setiap tahun, para filsuf meninggalkan gua gelap mereka, dan para pemikir meninggalkan penjara dingin mereka, dan para penyair meninggalkan taman khayalan mereka, dan mereka semua berdiri
dengan takjub di atas gunung yang sunyi itu, mendengarkan suara Seorang Pemuda berkata kepada para pembunuh-Nya,
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!”
Namun saat kesunyian yang gelap mencekik suara-suara cahaya, para filsuf dan pemikir dan penyair kembali ke gua-gua sempit mereka dan menyelimuti jiwa-jiwa mereka dengan lembaran-lembaran kertas yang tak berarti.


Perempuan-perempuan yang menyibukkan diri mereka dengan kemewahan hidup akan bangun hari ini dari atas bantal-bantal mereka untuk melihat seorang perempuan yang berduka berdiri di hadapan salib seperti tunas muda
yang lembut berdiri di hadapan badai yang mengamuk, dan jika mereka mendekati dia,
mereka akan mendengar suara erangan yang dalam dan duka yang menyakitkan.


Para pemuda dan pemudi yang berlomba dengan arus peradaban modern akan berhenti pada hari ini untuk sejenak melihat ke belakang kepada pemudi Magdalena yang dengan air matanya membasuh noda-noda darah dari kaki Manusia Kudus yang digantung
di antara langit dan bumi, dan ketika mata mereka yang dangkal menjadi lelah oleh pemandangan itu,
mereka akan pergi dan sebentar kemudian sudah tertawa-tawa dalam keceriaan masa muda mereka.


Pada hari ini setiap tahun, kemanusiaan bangun bersama dengan datangnya musim semi dan berdiri menangis di hadapan Si Orang Nazaret Yang Menderita, tapi mereka kemudian menutup mata mereka dan menyerahkan diri mereka kepada tidur yang lelap.
Namun musim semi akan tetap terjaga, tersenyum dan berjalan terus hingga berjumpa dengan musim panas yang
berjubahkan pakaian keemasan yang harum. Kemanusiaan adalah seorang peratap yang suka meratapi kenangan akan para pahlawan sepanjang zaman. Jika kemanusiaan memiliki pengertian, ia akan bersuka cita karena kemenangan para pahlawan mereka.
Kemanusiaan adalah seperti seorang anak yang berdiri dalam suka cita kemenangan di samping binatang buas yang terluka.
Kemanusiaan tertawa di hadapan arus yang semakin kuat yang membawa cabang-cabang kering pepohonan ke dalam ketidaksadaran. Kemanusiaan menyapu bersih semua hal yang lemah dengan keteguhan hati.


Kemanusiaan memandang Yesus dari Nazaret sebagai seorang yang dilahirkan dalam kemalangan,
yang menderita sengsara dan penghinaan bersama-sama orang-orang lemah lainnya. Dan Ia dikasihani, karena
kemanusiaan percaya bahwa Ia disalibkan dengan sangat menyakitkan. Dan apa yang bisa ditawarkan kemanusiaan kepada Yesus hanyalah tangisan dan teriakan duka dan ratapan. Selama berabad-abad kemanusiaan telah memuja
kelemahan di dalam diri Sang Penebus.


Si Orang Nazaret tidak lemah! Ia kuat dan tetap kuat sampai sekarang.
Namun orang-orang menolak untuk mendengarkan arti sesungguhnya dari kekuatan.
Yesus tidak pernah hidup dalam ketakutan, atau mati karena menderita atau mengeluh.
Ia hidup sebagai seorang pemimpin. Ia disalib sebagai seorang pejuang.
Ia mati dengan kepahlawanan yang membuat para pembunuh dan penyiksa-Nya gentar ketakutan.


Yesus bukanlah seekor burung dengan sayap-sayap yang patah.
Ia adalah badai yang mengamuk yang mematahkan semua sayap-sayap yang bengkok.
Ia tidak takut pada para penyiksa-Nya maupun musuh-musuh-Nya.
Ia tidak menderita di hadapan para pembunuh-Nya. Ia bebas dan berani dan menantang.
Ia melawan semua tiran dan penguasa lalim. Ia melihat bisul yang menular dan memotongnya.
Ia membungkam kejahatan dan menghancurkan kepalsuan dan mencekik ketidaksetiaan.


Yesus tidak datang dari pusat Terang untuk menghancurkan rumah-rumah dan membangun biara-biara di atas reruntuhannya.
Ia tidak membujuk para pemuda untuk menjadi biarawan atau imam, tapi Ia datang untuk mengutus suatu
semangat baru di muka bumi ini, dengan kuasa untuk meruntuhkan landasan setiap kerajaan
yang dibangun di atas tulang-tulang dan tengkorak manusia.
Ia datang untuk melenyapkan istana-istana yang didirikan di atas kuburan orang-orang lemah,
dan untuk menghancurkan berhala-berhala yang dibuat di atas jasad orang-orang miskin.
Yesus tidak diutus ke dunia untuk mengajarkan manusia membangun gereja-gereja yang megah di antara gubuk-gubuk kumuh
dan pemukiman miskin yang dingin. Ia datang untuk menjadikan hati manusia sebuah tempat kudus,
dan jiwa manusia sebuah mezbah dan pikiran manusia seorang imam.


Ini semua adalah tujuan Yesus orang Nazaret, dan ini adalah ajaran-ajaran-Nya yang menyebabkan Ia disalib.
Dan jika kemanusiaan bijaksana, ia akan berdiri hari ini dan menyanyikan lagu kemenangan
dan himne kejayaan dengan gegap gempita.


Oh Yesus yang disalib, yang dari Bukit Kalvari melihat perjalanan menyedihkan zaman ini dengan duka,
dan mendengar teriakan keras bangsa-bangsa dalam kegelapan, dan mengerti impian-impian kekekalan.


Engkau, di atas salib, adalah lebih mulia dan berharga daripada seribu raja-raja di atas seribu tahta dari seribu kerajaan.


Engkau, dalam sengsara kematian-Mu, lebih kuat daripada seribu panglima dalam seribu peperangan.


Dengan kesedihan-Mu, Engkau lebih berbahagia daripada musim semi dengan bunga-bunganya.


Dengan penderitaan-Mu, Engkau lebih berani untuk diam daripada malaikat-malaikat surgawi yang menangis.


Di hadapan para penyesah-Mu, Engkau lebih teguh daripada gunung batu.


Mahkota duri-Mu lebih cemerlang dan mulia daripada mahkota Bahram.


Paku-paku yang menembus tangan-tangan-Mu lebih indah daripada tongkat kekuasaan Dewa Yupiter.


Percikan darah di kaki-Mu lebih indah daripada kalung Dewi Ishtar.
Ampunilah orang-orang lemah yang meratapi Engkau hari ini, karena mereka tidak tahu bagaimana meratapi diri mereka sendiri.


Ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu bahwa Engkau sudah menaklukkan kematian dengan kematian-Mu,
dan mengaruniakan hidup di atas kematian.


Ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu bahwa kekuatan-Mu masih menanti mereka.


Ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu bahwa setiap hari adalah hari-Mu.

Bali on dec, with whole family! Yaay!

Bali on dec, with whole family! Yaay!

I’m going home back to the place where i belong, and where your love has always been enough for me… - Home.

I’m going home back to the place where i belong, and where your love has always been enough for me… - Home.

Selamat pagi dari jalan Alor, Kuala Lumpur!